Jumat, 06 April 2012

HIDUP BERISTIQOMAH, Part I

Oleh: Charles Mangunsong/04/04/2012
Istiqomah, kata sifat yang secara terminologi dapat diartikan dengan teguh hati, teguh  pendirian, atau konsisten, baik dalam perkataan, perbuatan, dan sebagainya. Saya sendiri mengibaratkan Istiqomah ini seperti air terjun yang jatuh dari permukaan yang tinggi (red.gunung/bukit/tebing.dll) menuju permukaan yang lebih rendah. Aktifitas air terjun seperti itu tidak akan pernah berbalik arah/berubah kecuali Sang Pencipta yang berkehendak. Begitulah sikap seorang insan yang memiliki sikap istikomah, walaupun badai menghadang di depan mata, duri  bertabur sepanjang jalan, namun ia akan tetap melangkah untuk mencapai sebuah tujuan yang baik. Sangat lazim jika kata-kata istiqomah hanya digunakan dalam hal kebaikan. Bisakah seseorang beristiqomah dalam kemunkaran?, tentunya bisa, akan tetapi saya yakin tidak ada seorangpun yang ingin beristiqomah dalam kemungkaran,  kecuali Iblis yang telah memproklamirkan diri dihadapan Allah untuk senantiasa menggoda dan menyesatkan anak cucu Adam sampai hari kiamat. Allah mengabulkan proklamasi Iblis sebagai bentuk keadilanNya kepada semua makhluq yang diciptakanNya.
Sebagai jaminan kepada anak cucu Adam Allah juga mengatakan kepada iblis bahwa  selagi ruh anak cucu Adam masih dalam jasadnya, dan permohonan ampun masih dipinta, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa anak cucu adam. Walaupun Allah telah mengatakan demikian, bukan berarti seseorang muslim/ah terbebas dari godaan iblis. Jauh dari itu justru kita diperintahkan untuk terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah (taqorruf Ilallah) agar terhindar dari berbagai macam godaan/bisikan dan tipu daya syaitan. Mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan cara senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Lain dari itu dapat juga melakukan amalan-amalan sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, membaca al qur’an, dan masih banyak lagi amalan-amalan lainnya.
Untuk melaksanakan perintah Allah dan RasulNya, diperlukan sikap yang istiqomah, kesungguh-sungguhan agar semua ibadah kita diridhai Allah swt. Begitu pula dengan pekerjaan yang lakukan sehari-hari, jika tidak dilakukan dengan sepenuh hati atau dengan sungguh-sungguh, maka saya yakin hasilnya pun tidak akan memuaskan. Saya ingat 2 al kisah yang keduanya masih memiliki hubungan dengan istiqomah.
            Pertama, saya mendengar ceramah almarhum KH. Zainuddin MZ, yang populer disebut Da’i Sejuta Ummat. Beliau mengatakan; “…dalam satu pertempuran, Jendral Sholahudin al Ayyubi bersama tentara Islam pernah mengalami kekalahan. Karna itu banyak tentara Islam yang ditahan jadi tawanan oleh orang-orang kafir, diantaranya beberapa perwira dan banyak opsir. Tercatat ada tiga orang opsir jadi tawanan oleh raja kafir. Pada suatu hari raja kafir mengadakan musyawarah dengan perdana mentrinya. Demikian dialog antara raja kafir dengan perdana mentrinya;
Raja kafir                     : Saudara perdana mentri? “panggil sang raja pada perdana mentri”
Perdana mentri          : Saya tuan raja.” Jawabnya,
Raja kafir                      : Ini tawanan Islam ini enaknya diapain,?
Perdana mentri          : Kalau enaknya dibunuh saja tuan raja, selesai urusan.
Raja kafir                      : Oooo….kalau soal bunuh-membunuh sih gampang perdana mentri.
Perdana mentri          : maksud tuan raja?
Raja kafir                     : Bujuk saja dia agar meninggalkan agama Islamnya dan ikut  keagama kita.,nanti kita kasih hadiah.
Perdana mentri            : Begitu tuan raja?. baiklah, besok saya sidang ketiga-tiganya.
Kemudian besoknya ketiga opsir disidang langsung oleh perdana mentri ditempat terbuka. Mula-mula dipanggil opsir pertama;
Perdana mentri            : Opsir pertama, kemari?, ”panggil perdana mentri pada tawanan opsir pertama”
Opsir partama              : Iya perdana menteri.
Perdana mentri            : Kamu tahukan,  kamu siapa?….”
Opsir pertama              : tau perdana mentri…”jawabnya”
Perdana mentri            : Siapa kamu?…”
Opsir pertama              : Tawanan perdana mentri…”
Perdana mentri            : Iya, kalau kamu tahu kamu tawanan, kamu bisa diaturkan?..”
Opsir pertama              : diatur bagaimana perdana mentri…? tanyanya kembali…!
Perdana mentri            : Kamu mau gak ikut saya bersama tuan raja, meninggalkan Islam
Agamamu, mengkhianati saudara-saudaramu sekayakinan dan setanah air,?..nanti kamu akan saya angkat jadi pejabat tinggi, gaji cukup, rumah cukup, kendaraan cukup, dan istri cukup. Tapi jika kamu menolak, kamu akan saya bunuh.,,,!
Opsir pertama              : Emmm….”gumam sang opsir”.. Apa anda menyangka saya selama ini berjuang hanya kepingin kedudukan yang tinggi, harta yang banyak,   jaminan hari depan yang memadai?….. Tiiiiiiidaaaak tuan perdana mentri. Saya tinggalkan keluarga, kampung halaman, sanak famili, handai toulan, hanya saja jihad karna mengharap ridho Allah Swt..
Perdana mentri            : Emm…Iya, tapikan kamu sekarang tawanan kan…?
Opsir pertama              : Itu resiko perjuangan perdana mentri….!
Perdana mentri            : kamu tidak mau meninggalkan Islam, kamu akan saya bunuh..!
Opsir pertama              : Silahkan tuan perdana mentri.
Perdana mentri            : Kamu tidak takut mati…?
Opsir pertama              : Tidaaaaakkk…..! “jawabnya tegas”…Tuan perdana mentri, saya berharap memang saat-saat seperti ini bisa saya temukan, ibadah saya sedikit, shalat saya kurang, puasa saya kurang. Barangkali saya berjihat mati bbersimbah darah ditangan tuan, Allah akan mengampuni segala dosa-dosa saya, dan saya dapat tiket untuk mencapai keridhoanNya.
Perdana mentri            : Gila kamu…….!
Opsir pertama              : Biarin tuan perdana mentri, kalau ini tuan anggab gila, saya bisa berbuat lebih gila dari ini…..
Perdana mentri            : Algojo, bunuh dia. ‘deeelllll….
Maka terlepas kepala dari badannya, menggeluntung kepalanya kebawah, jatuh bergelindingan, kemudian kepala itu ngaji, membaca ayat qur’an, sampai perdana mentri bingung. Ayat yang dibaca adalah “ Yaa ayyatuhan nafsul muthma innah, irji’i ilaa robbiki rodiatam mardhiyyah”..Artinya, Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Allah dengan diridhoi….matanya terpejam rapat, bibirnya tersenyum, dia gugur sebagai syahid karna membela keyakinan. Inilah orang yang istiqomah, dia tidak giyah oleh tawaran pangkat harta dan jabatan yang tinggi…”/ Lantas perdana mentri geleng kapala sambil berkata, dasar orang Islam…..Selanjutnya panggil opsir kedua….
Perdana mentri            : Opsir kedua..! kemari, kamu sudah lihat temanmu barusan, matikan?
Opsir kedua                 : Mati pedana mentri.”
Perdana mentri            : Kamu bagaimana? Mau tetap berjuang untuk Islam atau ikut kami, jabatan tinggi, kedudukan tinggi, rumah tinggi, atau kamu mati seperti teman kamu barusan,..bagaiman? apakah sudah kamu pikir?..
Opsir kedua                 : Sudah perdana mentri, “jawabnya”
Perdana mentri            : Sudah apa?..”tanya perdana mentri kembali…”
Opsir kedua                 : Sudah jangan banyak omong perdana mentri..!
Perdana mentri            : Maksud kamu apa? “tanya kembali”
Opsir kedua                 : Saya sudah tidak sabar mau nyusul teman saya yang barusan ini, saya  tidak bisa bayangkan bagaimana dia disambut oleh malaikat di sorga, disambut oleh bidadari di sorga menggapai ridho Allah. Sudah perdana mentri, jangan banyak omong. Kalau mau potong, silahkan potong saya…
Perdana mentri            : Ehh…..Ini lebih gila dari yang tadi, yang pertama masih mau diajak ngomong, ini malah langsung minta disembelih. Hayo algojo, potong, potooong….! Deeeellll
Terpisah lagi kepalanya dengan badan, jatuh kebawah menggeluntung kemudian ngaji lagi…Ayatnya yang dibaca; “Wujuhuy yauma idzin naziroh, ilaa robbihaa naziroh”artinya Wajah mereka pada hari itu berseri-seri, kepada ridho Allah memandang” bibirna senyum, matanya terpejam, dan dia ajal dengan husnul khatimah, mendapat syahid karena teguh pada keyakinan, Istiqomah dalam perjuanga. Tidak goyang, tidak mencla dan mencle…../ panggil Opsir  ketiga….!
Perdana mentri            : Opsir ketiga kasini? Kamu sudah lihat kedua teman kamu?
Opsir ketiga                 : Sudah perdana mentri…
Perdana mentri            : Matikan..? kamu mau seperti mereka? :tanya perdana mentri”
Opasir ketiga               : Ooo…tidaak perdana mentri, saya tidak mau mati, dari pada matikan lebih baik hidup.
Perdana mentri            : Kamu mau ikut saya..?
Opsir ketiga                 : Mau perdana mentri..mauuu……!
Perdana mentri            : Gaji besar, rumah besar, kendaraan besar..istri besar..?
Opsir ketiga                 : Mau perdana mentri, saya mau. Dari pada tidak jadi apa-apa, kan lebih baik jadi apa-apa, daripada tidak punya apa-apa, kan lebih baik punya apa-apa…’jawab opsir ketiga”
Perdana mentri            : Ooo, jadi selama ini kamu berjuang hanya untuk mencari apa-apa?
bagus…nanti saya musyawarah sama raja, kamu diangkat jadi bupati dimana, tunggu ya….?
Kemudian perdana mentri laporan;
Perdana mentri            : Tuan raja, ini opsir ketiga kelihatannya baik ini, dia mau mengkhianati teman-temannya, sebangsa setanah air, sekeyakinan, mengkhiananti bangsanya, meninggalkan agamanya. Dia mau ikut kita. Kita angkat jadi pejabat dimana dia…?
Raja kafir                    : Sambil tersenyum tuan raja berkata….eemmm.,,,Soal angkat-mengangkat sih gampang perdana mentri. Cuma saya pikir-pikir opsir ketiga ini kok tegel-tegele (kok sampai hati) ya. Temennya sendiri, seiman, sekeyakinan, sebangsa, setanah air dikhianati. Karna mengejar jabatan harta pangkat kedudukan. Opsir ketiga ini kalau sudah mau mengkhianati temannya sendiri, apalagi orang lain. Ini opsir ketiga ini opsir bejat, anda bisa bayangkan, temannya sendiri dikhianantin. Nanti kalau ada kesempatan, kita ditikam dari belakang.  Malah saya lihat-lihat dua orang yang sudah mati itu, dia orang hebat perdana mentri. Punya pendirian, istiqomah. Kalau bisa yang dua itu dihidupkan kembali…”ujar raja kafir”
Perdana mentri            : terheran perdana mentri….loh, dihidupin bagaimana tuan raja, wong sudah kadung mati. Jadi gimana opsir ketiga ini..?
Raja kafir                    : Bunuh..bunuh,,bunuh,,…Buat apa piara benalu jadi duri dikaki nanti.
Perdana mentri            : Baik tuan raja…
Kemudian perdana mentri kembali,
Perdana mentri            : Opsir ketiga…?
Raja kafir                    : Siap perdana mentri, siap. Saya mau diangkat jadi bupati dimana?
Perdana mentri            : Bupati…bupati…dengkulmu….? Modar sampean….!
Opsir ketiga                 : Loh, saya mau dibunuh? Katanya kalau ikut agama tuan,  meninggalkan agama Islam, saya akan jadi pejabat tinggi?
Perdana mentri            : Kamu opsir bejat, kamu tidak punya pendirian, saudaramu sendiri seagama sekeyakinan kau khianati, apalagi orang lain. Potongan orang kayak kamu kalau jadi pejabat, rusaakk negara ini….!
Opsir ketiga                 : Jadi saya mau dibunuh perdana mentri.? Tidak jadi jadi pejabat?
Perdana mentri            : Tidak. Kamu bejat, bejat kok mau jadi pejabat. Nanti juga kalau kamu jadi pejabat paling kerjamu memperkaya dirimu sendiri. Paling banter keluargamu dan golonganmu. Rakyat tetap saja tidak terurus. Paling karjamu kalau jadi pejabat cuma membuka, meresmikan berkunjung, meresmikan berkunjung, membuka, bekunjung, meremikan, membuka. Kapan kamu ngurus rakyatnya….? bejat kamu…
Opsir ketiga                 : Jadi saya mau dibunuh, Iyalah, kalau saya akan tetap dibunuh saya mau Islam lagilah.
Perdana mentri            : terserah, kau mau Islam lagi atau tidak kamu akan tetap dibunuh.
Opsir ketiga                 : Iya saya Islam lagi..
Perdana mentri            : ayo Cepaaaattt…
Opsir ketiga                 : Iya Pak, saya mau syahadat dulu….
Perdana mentri            : Cepat ……?
Opsir ketiga                 : iya pak…Ashaaa ha haa haakk….
Perdana mentri            : Ayo cepat….
Opsir ketiga                 : Iya pak… Ashaaa ha haa haakk…
Keluh lidahnya ketika mengucap syahadat, belum tuntas mengucap syahadat, golok algojor keburu sampai dilehernya….diiieeelllll…. Darah mancur, pisah kepala sengan badan, mengeluntung kebawah, kemudian ngaji lagi…Cuma pada opsir ketiga ini ayat yang dibaca lain sama dua temannya tadi. Ayat yang dibaca, ”afaman haqqo ‘alaihi kalimatul ‘adzaab.Afa an tunn qidzuman finnaar” Artinya “orang mendapat vonis akan mendapat azab, bisakah kau menyelamatkan dia dari neraka?” Bertahun-tahun berjuang dibawah bendera Islam, untuk kejayaan Islam. Di akhir hayatnya ia tergoda oleh kedudukan dan harta, oleh jabatan dan pangkat, ia bergeser, imannya rapuh, hilang istiqomahnya, Ia tinggalkan agamanya, dan dalam keadaan begitu ia mati dalam su ul khotimah. Na’udzubillah.
Ada pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas. Ini menjadi cermin bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita menjadi bagian dari opsir ketiga dari kisah diatas. Hanya karena pangkat dan jabatan, kedudukan dan harta kita bergeser daeri nilai-nilai aqidah. Kuatkan tekat kita, Istiqomahlah seperti opsir pertama dan kedia dalam kisah ini..
Diatas, saya menulis ada dua Al kisah yang akan saya tulis, tetapi karena sudah terlalu panjang, penulisan ini tentang istiqomah ini saya bagi menjadi 2 bagian, yaitu pada tulisan berikutnya.
Semoga bermanfaat untuk kita semua, dan wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar